APAKAH HUKUM TIDAK BERLAKU LAGI ?
Pertanyaan No. 74 :
Paulus menulis : "Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting daripada hari yang lain; yang lain menganggap setiap hari itu sama. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin di dalam hatinya sendiri. la yang menganggap penting hari, anggaplah penting hari itu bagi Tuhan, dan dia yang tidak menganggap penting hari itu, bagi Tuhan tidak di anggapnya hari itu penting. Dia yang makan, makanlah bagi Tuhan, karena ia bersyukur kepada Allah; dan ia yang tidak makan, bagi Tuhan ia tidak makan, tetapi bersyukur juga kepada Allah.” Roma 14 : 5, 6.
Dalam terang dari ayat-ayat ini, tidakkah benar bahwa orang diselamatkan hanya oleh iman tanpa menghiraukan apakah ajaran kepercayaannya mungkin pada Sabat dan pada makanan ?
Jawab :
Setelah mengharap-harap akan datangnya pertanyaan ini, maka Ilham oleh perantaraan Paulus dan rekan-rekannya langsung menjawabnya sebagai berikut :
Jika demikian apakah kita membatalkan hukum itu oleh iman? Dijauhkan Allah, justru kita meneguhkan hukum itu." Roma 3 : 31. "Karena barangsiapa yang akan memeliharakan seluruh hukum itu, tetapi melanggar pada satu bagiannya, maka bersalahlah ia terhadap seluruhnya." Yakub 2 : 10. "Karena inilah kasih Allah, yaitu kita memeliharakan perintah-perintah-Nya, dan perintah-perintah-Nya itu adalah tidak berat." 1 Yahya 5 : 3. "Berbahagialah mereka yang melaksanakan perintah-perintah- Nya, bahwa mereka itu akan berhak terhadap pohon kehidupan, dan mereka dapat masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu." Wahyu 22 : 14.
"Apakah untungnya, Saudara-Saudaraku, walaupun seseorang mengatakan ia beriman, tetapi tidak memiliki perbuatan? Dapatkah iman menyelamatkannya? ............ Demikian pula halnya dengan iman, jika ia itu tidak disertai perbuatan, maka matilah ia ........... Engkau percaya bahwa ada hanya satu Allah, itu benar; setan-setan pun percaya, dan bahkan gementar. Tetapi maukah engkau tahu, hai manusia yang sia-sia, bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati? ........ Karena sebagaimana halnya tubuh tanpa roh adalah mati, maka demikian itu pula iman tanpa perbuatan adalah mati." Yakub 2 : 14, 17, 19, 20, 26.
Dan lagi, setelah menulis : "Tetapi sekalipun kami, ataupun seorang malaikat dari sorga, memberitakan kepadamu sesuatu Injil yang lain daripada yang telah kami beritakan kepadamu, maka biarlah ia kena kutuk" (Galati 1 : 8), Paulus tidak mungkin berpaling lalu menganjurkan bahwa seseorang dapat diselamatkan oleh sesuatu Injil ciptaannya sendiri, oleh apa saja yang dipikirnya sendiri atau yang diperbuatnya.
Tidak seorang pun yang berpikir rasional yang percaya pada tulisan-tulisan Paulus sebagai bagian dari Alkitab dapat secara jujur meyakini, bahwa Paulus pada sesuatu saat meninggikan hukum, tetapi pada saat berikutnya ia menginjak-injaknya. Oleh sebab itu, maka interpretasi seseorang terhadap tulisan-tulisan Paulus itu tetap harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak boleh bertentangan dengannya.
Di dalam Roma 14 : 5, 6 ia sedang berusaha mengoreksi kritikan yang tidak adil dengan cara menasehati orang-orang percaya, bahwa setiap orang harus benar-benar yakin di dalam hatinya sendiri, dan bahwa kewajiban seorang Kristen ialah mempertahankan, berbicara, dan mengajarkan Kebenaran, bukan untuk menuntut kepatuhan orang kepada Kebenaran, bukan untuk meremehkan orang-orang yang makan atau orang-orang yang tidak makan, atau orang-orang yang meninggikan sesuatu hari melebihi hari yang lainnya; melainkan untuk membiarkan semua orang benar-benar yakin di dalam hatinya sendiri. Tegasnya, kewajiban seorang Kristen ialah bersikap toleran, menjadi seseorang yang benar-benar Kristen, berpikir sendiri, tetapi senantiasa siap-sedia untuk tidak menganut pikiran-pikirannya sendiri melainkan hanya sesuatu "demikianlah firman Tuhan."
Karena Sabat berikut semua perintah yang lainnya itu adalah kekal, untuk dipelihara juga kemudian dari sekarang, maka setiap orang dapat dengan mudah melihat dari ayat-ayat berikut : "Maka akan jadi kelak, bahwa dari bulan yang satu ke bulan lainnya, dan dari Sabat yang satu ke Sabat lainnya, seluruh manusia akan datang menyembah sujud ke hadapan-Ku, demikianlah firman Tuhan."' Yesaya 66 : 23. Maka dengan memandang ke depan kepada saat "hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu," saat yang masih di depan kita itu, maka kepada orang-orang yang akan hidup pada waktu itu Tuhan menasehatkan : "Ingatlah kamu akan hukum (Torat) dari Musa hamba-Ku itu, yang telah Kuperintahkan kepadanya di gunung Horeb bagi semua Israel, berikut ketentuan-ketentuan dan hukum-hukumnya." Maleakhi 4 : 4.
"Demikianlah firman Tuhan, Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, karena selamat-Ku itu sudah hampir datang, dan pembenaran-Ku akan diungkapkan. Berbahagialah orang yang melakukan ini, dan anak manusia yang menaruh harap padanya, yang mentaati Sabat dengan tidak mencemarkannya, dan yang memeliharakan tangannya daripada berbuat sesuatu kejahatan. Juga hendaknya orang asing yang telah menggabungkan diri dengan Tuhan supaya tidak mengatakan : Tuhan telah memisahkan saya sama sekali daripada umat-Nya, demikian pun sida-sida supaya tidak mengatakan : Bahwasanya, saya adalah sebuah pohon kering. Karena demikianlah firman Tuhan kepada sida-sida yang memeliharakan segala Sabat-Ku, dan yang memilih segala perkara yang berkenan kepada-Ku, dan yang menaruh harap pada janji-Ku; bahkan kepada mereka pun Aku akan memberikan suatu tempat di dalam rumah-Ku dan di dalam pagar tembok-Ku dan sebuah nama yang lebih baik daripada nama anak-anak laki-laki dan nama anak-anak perempuan : Aku akan memberikan kepada mereka suatu nama yang kekal, yang tidak akan dapat dihapuskan. Juga orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada Tuhan untuk berbakti kepada-Nya dan untuk mencintai nama Tuhan, untuk menjadi hamba-hamba-Nya, yaitu setiap orang yang mentaati Sabat dengan tidak menajiskannya, dan bergantung pada janji-Ku; mereka pun akan Ku-bawa ke gunung kesucian-Ku, dan akan Ku-buat mereka itu menjadi gembira di dalam rumah sembahyang-Ku; persembahan-persembahan bakaran mereka dan kurban-kurban mereka akan diterima pada medzbah-Ku; karena rumah-Ku akan disebut sebuah rumah sembahyang bagi semua orang. Tuhan Allah yang menghimpunkan orang-orang Israel yang terbuang itu berfirman : Aku masih akan menghimpunkan lagi orang-orang lain baginya, di samping orang-orang yang telah terkumpul baginya itu." Yesaya 56 : 1 - 8.
Oleh sebab itu, karena bukan saja Sabat melainkan seluruh hukum yang harus ditaati sekarang dan selamanya, baik oleh orang-orang Yahudi maupun bangsa Kapir, maka iman tidak dapat menyingkirkan hukum Allah, melainkan justru meneguhkannya untuk selamanya, dan memungkinkan orang untuk mentaatinya.
Orang-orang yang benar-benar bertobat kepada Allah melalui pembenaran Kristus tidak akan menemukan kesulitan untuk mematuhi hukum itu. Mereka senang melaksanakan kehendak Allah.
Dan Pada akhirnya, setelah mereka memasuki tanah perjanjian, dan Allah mengaruniakan kepada mereka hati-hati yang baru dan menuliskan perintah-perintah-Nya pada hati-hati yang baru itu (Yeheskiel 36 : 23 - 29), maka bagi orang-orang yang suci itu untuk terlibat dalam dosa, akan merupakan suatu cobaan yang seribu kali lebih besar daripada halnya dengan Yusup di Mesir dahulu sewaktu ia berseru menentang cobaan : "Bagaimana .......... mungkin dapat saya melakukan kejahatan yang besar ini, lalu berdosa menentang Allah"? (Kejadian 39 : 9), dan tidak mungkin lagi seperti halnya terhadap Kristus di masa lalu. Sesungguhnya, dosa dengan sendirinya akan disegani oleh kita pada waktu itu seperti halnya kematian di waktu ini. Kristus akan memungkinkan hal ini dengan cara membasuh dosa-dosa kita dengan darah-Nya yang mahal itu, sambil menciptakan kembali di dalam kita suatu alam yang tidak berdosa, suatu "hati yang baru", sambil mengambil kita keluar dari antara orang-orang kapir, dan menghantarkan kita ke dalam "tanah air kita sendiri." Yeheskiel 36 : 24.
 |
|